Selasa, 03 Maret 2009

Sumber Kehidupan

By Kenneth E. Hagin

"Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik membunyikan kelaliman."

Amsal 10:11


Begitu setiap anak kami lahir, mula-mula anak laki-laki, kemudian anak perempuan, saya pun menggendong anak itu ke dalam tanganku dan berkata, "Tuhan, terima kasih atas pemberian-Mu ini. Oleh karena saya mengetahui isi Alkitab, maka saya menyadari bahwa adalah tanggung jawab saya untuk mendidik anak ini di dalam jalan-jalan yang sepatutnya dan agar pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang dari jalan yang benar. Saya menyadari bahwa firman Tuhan menyatakan bahwa kami harus mendidik dan menasehati anak-anak kami menurut jalan-jalan Tuhan. Dan saya akan mengerjakan hal ini. Saya tahu bahwa cara mendidik anak-anak ada dua macam cara, yakni dengan kata-kata dan dengan memberikan contoh. Oleh sebab itu saya akan bertindak menjadi contoh di hadapan anak-anakku. Saya akan memberikan teladan baik. Lagi pula saya mengetahui, bahwa kita dapat memperoleh apa yang kita katakan. Oleh sebab itu saya berkata terhadap anak ini, agar supaya ia tumbuh sehat dan kuat jasmaninya, tanpa menderita sakit atau mengidap sesuatu penyakit . . . bahwa ia akan memiliki kesiagaan mental . . . atau memiliki benteng rohani yang kuat."

Anak-anak kami telah tumbuh tanpa menderita sakit. Saya tidak pernah mengucapkan doa agar mereka diselamatkan. Saya tidak pernah berdoa agar supaya mereka dipenuhi Roh Kudus. Namun mereka diselamatkan dan dipenuhi Roh Kudus pada usia muda.

Anak-anak adalah hasil kata-kata.


Pengakuan:

Sesuai dengan buyi Alkitab Perjanjian Baru, di dalam Kristus saya telah dibenarkan. Oleh sebab itu kata-kata yang keluar dari mulutku merupakan sumber kehidupan. Saya bicara tentang kehidupan mengenai diri orang lain maupun diri saya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar