Rabu, 18 Maret 2009

Langkah Ketiga: Terimalah!

By Kenneth E. Hagin

"Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa badannnya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya, "Siapa yang manjamah jubah-Ku?"

Markus 8:23,30


Yesus menyadari bahwa ada tenaga yang keluar dari dalam diri-Nya.

Pada waktu itu hanya Yesus satu-satunya yang mewakili kekuatan Illahi di atas bumi ini. Ia telah diurapi oleh Roh Kudus (Kisah 10:38). Untuk mengetahui dimana letaknya kuasa itu, maka kita harus mengetahui dulu dimana Yesus berada. Sekarang ini Roh Kuduslah yang merupakan oknum Illahi yang bekerja di antara manusia di atas bumi. Ia hadir dimana-mana tempat dan dimana saja Roh itu hadir, maka disitu terdapat kuasa.

Bom-bom nuklir mengeluarkan tenaga radio-aktif ke dalam atmosfir, -- suatu tenaga yang tidak daat dilihat dengan mata biasa atau dapat dirasakan. Akan tetapi tenaga ini sangat berbahaya dan mematikan. Akan tetapi ada terdapat satu kekuatan yang sifatnya sangat baik! Yang dapat menyembuhkan. Suatu tenaga yang dapat membebaskan umat manusia dari segala penderitaanya.

Yesus berkata kepadaku tatkala Ia memberikan keempat langkah ini: "Kekuatan terdapat dimana-mana. Iman yang menjelmakannya menjadi perbuatan, atau membuatnya menjadi kenyataan, atau menggunakannya sehingga bermanfaat."

Iman wanita ini menyebabkan kuasa dari Yesus mengalir keluar ke dalam dirinya. Dengan iman kita, maka kita dapat menerima kuasa dari Allah yang dapat kita peroleh dimana-mana, dan menjelmakan tenaga itu menjadi suatu hasil yang nyata bagi kita.

Pengakuan:

Saya akui kuasa Tuhan itu berada di mana-mana. Dan saya tahu bagaimana caranya saya harus menyalurkan kekuatan itu ke dalam diriku, sehingga kekuatan itu bekerja untuk saya. Iman itulah tombol penyadapa kuasa itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar